Pemilihan Ketua RT 01 RW 06 Kelurahan Kebonsari Kulon

Hari Selasa tanggal 12 September 2017, warga RT 01 RW  06 Kelurahan Kebonsari Kulon menggelar acara yaitu pemilihan Ketua RT . Acara ini cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat setempat mengingat ada lima calon Ketua RT yang mendaftar. Kelima Calon tersebut yaitu Pak Suri, Pak Nasui, Cak Tole, Mas Amin dan Mas Sandi. Proses pemilihan Ketua RT berlangsung mulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.

Sampai akhir proses penghitungan suara diperoleh hasil suara sebagai berikut Pak Suri 28 suara, Pak Nasui 10 suara, Cak Tole 5 suara, Mas Amin 30 suara dan Mas Sandi 6 suara. Sehingga Mas Amin terpilih sebagai Ketua RT 1 RW 06 Kelurahan Kebonsari Kulon periode Tahun 2017 – 2021. Selanjutnya di akhir proses pemilihan Ketua RT ini, Bapak Lurah Kebonsari Kulon berpesan agar seluruh masyarakat, terutama di lingkungan RT 01 RW 06 untuk mendukung program kerja dari Ketua RT terpilih, agar dapat mewujudkan masyarakat yang aman, kondusif dan partisipatif.

PELATIHAN PROGRAM KOTAKU (Program Kota Tanpa Kumuh))

Bertempat di Aula Kelurahan Kebonsari Kulon, BKM Amanah Kelurahan Kebonsari Kulon mengadakan acara pelatihan yang berlangsung selama dua hari, yaitu dimulai tanggal 14 September sampai 15 September 2017. Salah satu yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penyusunan rencana penyusunan kebijakan dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Dalam sambutannya, Lurah Kebonsari Kulon mengingatkan kembali pentingnya penyusunan Program KOTAKU agar di Tahun 2019 bisa diwujudkan kawasan tanpa kumuh, terutama di wilayah Kebonsari Kulon yang sudah masuk peta kawasan kumuh. Selain diikuti oleh pengurus BKM Amanah, dalam kegiatan ini juga melibatkan Ketua RW sehingga dapat dihasilkan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BANTUAN BERAS BERSUBSIDI

BANTUAN BERAS BERSUBSIDI DI KELURAHAN KEBONSARI KULON PADA HARI JUM’AT  08 SEPTEMBER 2017.

Beras Bersubsidi  bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dengan mendapatkan cukup pangan dan nutrisi karbohidrat tanpa kendala  sebagai perlindungan social.

Alhamdulillah Pelaksanaan Bantuan Beras Bersubsidi Berjalan lancar dan Aman, Selain di bantu oleh seluruh staff di Kelurahan Kebonsari Kulon ikut serta juga BABINSA dan BABINKAMTIBMAS guna memantau pelaksanaan.   Beras Bersubsidi merupakan Bantuan Beras Yang diberikan Khusus warga yang tidak mampu. Atas Kerjasama BULOG dan TAGANA (Taruna Siaga Bencana ) Kota Probolinggo sebanyak 482 Warga Kurang Mampu di Kelurahan Kebonsari Kulon masing -masing Mendapatkan Bantuan Beras Bersubsidi sebanyak 10 Kg seharga Rp. 16.000.

JUARA 3 LOMBA CIPTA MENU NON BERAS SARAPAN PAGI

LOMBA CIPTA MENU DALAM RANGKA KEGIATAN SEMIPRO 2017

Alhamdulillah TP.PKK Kelurahan Kebonsari Kulon Meraih Juara III  Menu Pagi Lomba Cipta Menu Non Beras. Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo dan Hari Kemerdekaan RI bertempat  di  Alun- Alun  Kota Probolinggo dilaksanakan Lomba Cipta Menu Jajanan Kreatif Berbasis Pangan Lokal Non Beras Non Terigu, pada tanggal 28 Agustus 2017, dari jam 07.00-11.00 wib. Dengan diikuti para peserta semua Ketua TP. PKK dan Kader PKK se Kota Probolinggo.
Jajanan kreatif yang dilombakan adalah kudapan, camilan dan minuman dengan bahan dasar pangan lokal, yang merupakan hasil ciptaan sendiri atau modifikasi dari menu yang sudah pernah ada, termasuk menyampaikan informasi kandungan gizi dan harga dari masing-masing menu kudapan yang ditampilkan.   TP.PKK Kelurahan Kebonsari Kulon  beserta para ibu-ibu kader menampilkan menu kudapan pagi  “ROLADE KOBRA” yang terdiri dari : Kentang, Brokoli, Daging Ikan, Kacang merah dan Bayam Merah.

 

 

PENTINGNYA TAMAN POSYANDU

Taman Posyandu adalah Pengembangan Posyandu Purnama atau Mandiri yang diberi tambahan layanan Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita. Jadi akan disebut Taman Posyandu bila di suatu wilayah sudah ada posyandu, BKB dan PAUD yang beroperasi dengan baik dan rutin. Sehingga anak balita akan mendapatkan layanan secara menyeluruh yaitu kesehatannya di Posyandu, rangsangan pendidikan di PAUD dan Parenting (Pengasuhan balita oleh orang tua) di BKB. Paud yang bertujuan untuk pembinaan yang ditujukan kpada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut
BKB yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dalam pembinaan tumbuh kembang anak umur 0-5 tahun. Kegiatan di Taman Posyandu secara keseluruhan yaitu di Posyandu, PAUD dan BKB harus sudah menerapkan prinsip perlindungan bagi anak

Posyandu merupakan bentuk peran masyarakat di bidang kesehatan yang dikelola oleh kader dan sasarannya adalah seluruh masyarakat, jadi posyandu merupakan wadah milik masyarakat dikelola masyarakat dan diperuntukkan pada masyarakat. Tujuan Posyandu adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan bayi, balita dan pasangan usia subur. Jumlah Posyandu di wilayah Kelurahan  Kebonsari  Kulon Sebanyak 17 buah dengan jumlah balita sebanyak ± 850. Kegiatan Posyandu sendiri diadakan setiap satu bulan sekali guna memantau tumbuh kembang balita dan menjaga kesehatan tubuh.

KARANG KITRI KELURAHAN KEBONSARI KULON

Ayo berkebun,,jangan biarkan sejengkal tanah itu kering tanpa manfaat. Ingat usia bumi kita sudah tua siapa lagi yang mau merawat kalau bukan kita yang masih berpijak tegap diatas perutnya. Jagalah bumi ini agar tetap Hijau dan bisa tersenyum lestari. Itulah kata-kata yang bijak untuk kita sadar akan pentingnya tanaman di sekitar kita. Tidak ada salahnya jika kita mempunyai lahan yang cukup di rumah kita untuk kita manfaatkan sebagai KARANG KITRI.

 

APA ITU KARANG KITRI??? Karang kitri adalah Kebun mini yang berada di halaman rumah kita minimal berukuran kira-kira 10 M² atau pemanfaatan pekarangan yang diusahakan sebagai lumbung hidup, warung hidup, apotik hidup dan sebagai tabungan keluarga sangat bersinergi dengan kegiatan pengembangan karang kitri yang pada prinsipnya sebagai pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehari-hari dengan murah. Tanaman yang adapun bermacam-macam mulai dari tanaman palawijo, sayur-sayuran seperti sawi, terong, tomat dan timun dan cabe. Dan hasilnya bisa dinikmati sendiri.

Warga di sekitar RW. 17 Kelurahan Kebonsari Kulon  juga mengelolah KARANG KITRI yang diketuai oleh Bapak Yeko Indrafahrudi dan Ibu Yuni serta para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok wanita tani, PKK, dan Dasa Wisma Desa. Semoga dengan adanya kegiatan Karang Kitri  ini memberikan semangat kepada ibu-ibu untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumahnya sehingga mampu menciptakan suatu kawasan yang asri dan lestari sebagai sumber gizi dan lumbung pangan keluarga.